akan tiba pada Satu titik

Pada akhirnya manusia akan tiba pada satu titik batas kelemahannya, mengakui dengan segenap jiwa dan raga bahwa Allah lah segalanya.
satu masa ketika seseorang sangat yakin apa yang dia dapatkan adalah hasil usahanya,kerja kerasnya, kemampuannya, kesungguhannya. tapi ternyata tidak, ada masa di mana semuanya adalah hanya kesempatan saja, semuanya dari Allah, satu saat akan tiba pada satu titik ternyata semuanya hanyalah kesempatan dari Allah. 

Siklus Keluarga

Ketika seseorang memasuki pernikahan yang ia bayangkan biasanya hanya kebahagiaan dua insan yang saling mencintai dalam rumah tangga, dan tidak terganggu oleh apapun . Namun sudahkan terbayangkan apa yang akan terjadi dalam keluarga dalam 5 tahun kedepan, 10 tahun, 20 tahun, bahkan 50 tahun yang akan datang. Kita seringkali hanya memikirkan hari ini dan tidak memperdulikan apa yang terjadi di masa yang akan datang, sehingga ketika waktu telah berlalu kita tidak siap menghadapinya. Untuk itu seyogyanya kita memahami siklus keluarga

Teori Konseling

Sebagai suatu kegiatan profesional dan ilmiah, pelaksanaan konseling bertitik tolak dari teori-teori yang dijadikan sebagai acuannya. Teori diartikan sebagai prinsip-prinsip yang dapat diuji sehingga dapat dijadikan sebagai kerangka untuk melaksanakan penelitian; sejumlah proposisi yang terintregasi secara sintaktik (mengikuti aturan tertentu) dan digunakan untuk memprediksi dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang diamati; dan pada umumnya diartikan sebagai suatu pernyataan prinsip-prinsip umum yang didukung oleh data untuk menjelaskan suatu fenomena.
Teori yang baik mempunyai kriteria sebgai berikut: jelas, komprehensif, parsiminous atau dapat menjelaskan data secara sederhana dan jelas, dan dapat menurunkan penelitian yang bermanfaat. Adapun fungsi teori antara lain: memberikan kerangka kerja bagi informasi yang spesifik, menjadikan hal-hal yang bersifat kompleks menjadi sederhana, menyusun pengalaman-pengalaman sebelumnya, mensistematikkan penemuan-penemuan, melahirkan hipotesis-hipotesis, membuat prediksi, dan memberi penjelasan.


Lahirnya Teori Konseling
Lahirnya suatu teori mempunyai kaitan dasar pribadi, sosiologis, dan filosofis. Suatu teori mencerminkan kepribadian pembuatnya, sebagai suatu hasil proses waktu, kondisi kekuatan sosial dan budaya dan filsafat yang dianut pembuatnya.
Teori-teori konseling muncul bersamaan dengan munculnya konseling itu sendiri sejak permulaan abad 20. Sebagaimana dikatakan di atas, pemunculan suatu teori berkaitan dengan pribadi pembuatnya, waktu dan tempat, kondisi sosial budaya dan filsafat. Demikian pula pemuculan teori-teori konseling mempunyai karakteristik seperti tersebut di atas. Dari perkembangannya secara khronologis, Shertzer dan stone (dalam M. Surya, 2003, 2), menggambarkan sebagai berikut:

Psychoanalytic---------Trait and Factor------- Self Theory -----------Eksistensial

1900 ----------------------------------------------------------------------------2000

Dari dimensi lain, peterson menggambarkan perkembangan teori konseling dalam suatu kontinum sebagai berikut :
Rational-----------Learning Psychoanalytic--------- Phenomenological-------- Existensial

Cognitive --------------------------------------------------------------------------Affective

Manfaat Teori Bagi Seorang Calon Konselor dan Konselor Profesional
Suatu teori mempunyai fungsi sebagai berikut: pertama, meringkaskan dan menggeneralisasikan suatu kesatuan informasi; kedua, membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks; ketiga, sebagai prediktor bagi sesuatu yang mungkin terjadi pada suatu kondisi tertentu; dan keempat, merangsang penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut.
Teori konseling merupakan sebuah model rencana atau tindakan apa yang akan ditingkatkan. Teori konseling memberikan referensi untuk memahami kemungkinan penyebab perilaku yang tipikal dan merusak diri klien. Kerangka referensi juga memungkinkan konselor untuk memahami kemungkinan penyebab kesulitan pada klien yang memiliki masalah. Hal ini bukan berarti bahwa konselor memiliki sebuah set jawaban yang definitif untuk setiap masalah yang klien ungkapkan, atau bahwa semua klien dengan masalah yang sama memiliki keidentikan perilaku. Teori konseling memungkinkan konselor membuat beragam asumsi tentang penyebab perilaku klien.
Teori konseling memberikan banyak makna dalam megatur apa yang orang lain pelajari tentang proses konseling. Teori konseling memandu mengindikasi kemungkinan penyebab kesulitan klien, pelatihan alternatif tindakan dan perilaku penasaran konselor dalam proses konseling. Dan adapun tugas konselor berkaitan dengan teori konseling adalah konselor dituntut untuk menguasai teori-teori konseling.

Mempergunakan Teori Konseling
Dalam mempergunakan teori konseling, konselor hendaknya mampu meringkas dan menggeneralisasikan data klien sebagai dasar dalam diagnosis dan prognosis. Pemahaman terhadap klien merupakan dasar utama dalam proses konseling. Hal ini merupakan fungsi kedua dari teori yang telah disebutkan di atas. Selanjutnya dalam kaitan dengan fungsi ketiga, konselor hendaknya mampu membuat prediksi tentang tindakan yang akan dilakukan bersama kliennya. Juga memprediksi kemungkinan-kemungkinan hasil yang bakal dicapai oleh klien berdasarkan data dan perlakuan konseling yang dilaksanakan. Akhirnya, dengan teori para konselor dapat melakukan tindakan penelitian untuk mengkaji proses dan hasil konseling.


Sumber
C
oorey, G. (2005). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung :
Refika Aditama

Dahar, RW. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga

Hansen, JC, .dkk. (1982). Counseling Theory and Process. Massachusett: Allyn
and Bacon, Inc

Surya, M. (2003). Teori-Teori Konseling. Bandung : Pustaka Bany Quraisy


Tak menjadi milik kita mungkin itu memang belum baik bagi kita

"laa mania lima a'taita wala mu'tia lima mana'ta walaa yanfau dzal jaddi minka jad"

memang benar setiap rencana Allah itu indah, walau kadang penuh misteri, tak kunjung dan takpernah kita dapatkan jawabannya kecuali jika Allah memang menghendaki.

tak usahlah terlalu kecewa apa yang luput dari tangan kita, tak usah jua membuat terlalu senang apa yang kita raih. semua hanya titipan, hadiah di kehidupan yang sementara ini, jika Allah menghendaki kita berlebih atau berada dalam kekurangan pandanglah semuanya dengan sederhana.

karena dunia memang sederhana,hingga dunia mengajari kita ambisi kehidupan.

kita terlahir sebagai manusia biasa yang terus mencoba belajar memperbaiki diri, walau terkadang dalam setiap prosesnya kita mesti terjatuh diantara kerikil tajam,tebing, kubangan lumpur. tak apalah kita nikmati semuanya sebagai satu episode dari rangkaian episode kehidupan yang harus kita lewati.

"tak ada yang bisa menghalangi jika Engkau mau memberi, dan tak ada yang bisa memberi jika memang Engkau belum menghendaki. dan tak bisa memberi manfa'at sedikitpun orang yang berkemampuan jika memang Engkau tak memberinya kemampuan."

Sedikit tentang CYBERCOUNSELING

Cybercounseling merupakan praktik konseling profesional dan penyampaian informasi yang terjadi ketika konseli dan konselor terpisah atau lokasi mereka yg berjauhan dg memanfaatkan peralatan elektronika untuk berkomunikasi yaitu melalui internet (NBCC- National Board of Certified Counselor)
Keuntungan dari Cybercounseling antara lain: Melintas ruang dan waktu, Siapa saja dpt mengakses, Dpt direkam dan dijaga. Adapun kerugiannya :Tidak diketahui reaksi non verbal, Reaksi tertunda/tidak langsung, Kerahasiaan tidak terjaga - Massage Board V.S E-mail.

Pertimbangan etik yang perlu diperhatikan dalam melakukan cybercounseling yaitu: 1)The Therapheutic Relationship
2)Client Confidently
3)Informed Consent (Kejelasan Pelayanan, Kualifikasi, Isue Kerahasiaan, risiko, Referal, Biaya, Kebenaran, Mengakses seluruh informasi dalam situs).
4)Ethical Practice Across State Lines
5)Electronic Medical Records (hak klien)
Future Outlook - face to face - Videoconferencing.

Garis Pedoman Cybercounseling
1)Community Audit
2)Partnership
3)Education
4)Gouvernmental Advocy

Konsep-Konsep Utama Dalam Pendekatan Konseling

Iis Haryati, S.Pd

KONSEP UTAMA PENDEKATAN PSIKOANALITIK
Perkembangan kepribadian yang normal berlandaskan resolusi dan integrasi fase-fase perkembangan psikoseksual yang berhasil. Perkembangan kepribadian yang gagal merupakan akibat dari resolusi sejumlah fase perkembangan psikoseksual yang tidak memadai. id, ego,dan superego membentuk dasar bagi struktur kepribadian. Kecemasan adalah akibat perepresian konflik-konflik dasar. mekanisme-mekanisme pertahana ego dikembangkan untuk mengendalikan kecemasan. Proses-proses tak sadar berkaitan erat dengan tingkah laku yang muncul sekarang.


KONSEP UTAMA PENDEKATAN EKSISTENSIAL-HUMANISTIK
Pendekatan eksistensial-humanistik menekankan kondisi-kondisi inti manusia. Perkembangan kepribadian yang normal berlandaskan keunikan masing-masing individu. Kesadaran diri berkembang sejak bayi. Determinasi diri dan kecenderungan ke arah pertumbuhan adalah gagasan-gagasan sentral. Psikopatologi adalah akibat dari kegagalan dalam mengaktualisasikan potensi. Pembedaan-pembedaan dibuat antara "rasa bersalah eksistensial" dan "rasa bersalah neurotik" serta antara "kecemasan eksistensial" dan kecemasan neurotik". Berfokus pada saat sekarang dan pada apa menjadi seseorang itu; yang berarti memiliki orientasi ke masa depan.

KONSEP UTAMA PENDEKATAN CLIENT-CENTERED
Konseli memiliki kemampuan untuk menjadi sadar atas masalah-masalahnya serta cara-cara mengatasinya. Kepercayaan diletakkan pada kesanggupan konseli untuk mengarahkan dirinya sendiri. kesehatan mental adalah keselarasan antara diri ideal dan diri real. Maladjusmnet adalah akibat dari kesenjangan anatara diri ideal dan diri real. Berfokus pada saat sekarang serta pada mengalami dan mengekspresikan perasaan-perasaan.

KONSEP UTAMA PENDEKATAN GESTALT
Berfokus pada apa dan bagaimana mengalami disini-dan-sekarang (here and now) untuk membantu konseli agar menerima polaritas-polaritas dirinya. Konsep-konsep utama mencakup tanggung jawab pribadi, urusan yang tak selesai, penghindaran, mengalami dan menyadari saat sekarang. Ini adalah terapi ekperiensial yang menekankan perasaan-perasaan dan pengaruh-pengaruh urusan yang tak selesai terhadap perkembangan kepribadian sekarang.

KONSEP UTAMA PENDEKATAN ANALISIS TRANSAKSIONAL
Berfokus pada permainan-permainan yang dimainkan untuk menghindari keakraban dalam transaksi-transaksi. Kepribadian terdiri atas ego Orang Tua, ego Orang Dewasa, dan ego Anak. Konseli diajari untuk menyadari ego yang mana yang berperan dalam transaksi-transaksi yang dijalankan. Permainan, penipuan, putusan-putusan dini, skenario kehidupan, dan internalisasi perintah-perintah adalah konsep-konsep utama.

KONSEP UTAMA PENDEKATAN BEHAVIORAL
Berfokus pada tingkah laku yang nampak, ketepatan dalam menyusun tujuan-tujuan treatment, pengembangan rencana-rencana treatment yang spesifik, dan evaluasi objektif atas hasil-hasil terapi. Terapi berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar. Tingkah laku yang normal dipelajari melalui perkuatan dan peniruan. Tingkah laku yang abnormal adalah akibat dari belajar yang keliru. Ia menekankan tingkah laku sekarang dan hanya memberikan sedikit perhatian kepada sejarah masa lampau dan sumber-sumber gangguan.

KONSEP UTAMA PENDEKTAN RASIONAL-EMOTIF
Neurosis adalah pemikiran dan tingkah laku irrasional. Gangguan-gangguan emosional berakar pada masa kanak-kanak, tetapi dikekalkan pada reindoktrinasi sekarang. Sistem keyakinan adalah penyebab masalah-masalah emosional. Oleh karenanya, konseli ditentang untuk menguji kesahihan keyakinan-keyakinan tertentu.

KONSEP UTAMA PENDEKATAN REALITAS
Pendekatan ini menolak model medis dan konsep tentang penyakit mental. Berfokus pada apa yang bisa dilakukan sekarang, dan menolak masa lampau sebagai variabel utama. Pertimbangan nilai dan tanggung jawab moral ditekankan. Kesehatan mental sama dengan penerimaan atas tanggung jawab.

Sumber: Gerald Corey. (2005). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama

Refleksikan Bagaimana Kita Belajar

Kebanyakan kita jarang menyisihkan waktunya untuk merefleksikan pengalaman kita sendiri dalam cara yang bisa membantu meningktakan diri. Kita membutuhkan apa yang disebut sebagai "kecerdasan reflektif". Jika kita belajar tanpa mempetimbangkan tujuan kita, mungkin kita akan buang-buang waktu, dan jika kita tidak merefleksikannya setelah itu kita hampir pasti memerlukannya.

Merefleksikan bagaimana kita belajar bukanlah kegiatan yang misterius yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang, semua orang bisa melakukannya.
Berikut ini beberapa contoh pertanyaan untuk membimbing kita merefleksikan suatu pengalaman belajar:
1. Apa yang dimaksud dengan sukses? jika demikian apa saja faktor-faktor utamanya?
2. Apakah saya mempersiapkan diri untuk sukses?
3. Apakah saya dapat menemukan apa yang saya perlu ketahui? Jika tidak, mengapa?
4. Strategi belajar mana yang berguna bagi saya? dan mana yang tidak?
5. Apakah saya belajar lebih baik dalam suasana tertentu daripada suasana lainnya? hal-hal apa sajakah yang dapat saya pelajari secara lebih baik? pelajaran apa sajakah yang dapat saya pelajari untuk masa depan?
6. Bagaimana saya dapat melakukan lebih baik pada kali lain?
7. Saya mungkin akan menemui kesulitan dalam mengimplementasikan apa yang saya pelajari hari ini?
8. Reward apa yang tepat untuk merayakan suatu kesuksesan?