Rabu, 07 Oktober 2009

Anak butuh orang tua yang mampu menjadi pendengar yang baik

Kadang anak perlu kerja keras untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya. tak banyak yang diminta anak, hanya sedikit waktu untuk mendengar ceritanya, keluhannya , cita dan asanya, persepsinya tentang dunia, dan hal-hal baru yang dia temui disetiap hari yang berbeda.

Dahulu tak sulit bagi anak untuk mendapat perhatian dari orang tuanya, karena kehadiran dia sangat berharga disetiap keluarga, bahkan perubahan sedikitpun selalu mendapat pujian dari ortu, hingga setiap ortu tahu kapan pertama kali anaknya bisa makan, berbicara dan berjalan. namun, seiring waktu berlalu perhatian itu makin memudar, hingga bukan hal-hal kecil saja yang tidak mendapat perhatian dari orang tua, bahkan hal-hal besar yang terjadi pada anaknya, orang tua menjadi tidak tahu dan tidak mau tahu. sehingga anak butuh waktu lebih dan cara yang lebih kreatif untuk mendapatkan perhatian dan pujian yang sebenarnya dahulu ia mudah dapatkan.

luangkanlah waktu sejenak untuk anak karena bukan hanya materi saja yang ia butuhkan, namun lebih dari itu.

sediakanlah waktu yang khusus untuk mereka, tak ada salahnya jika seorang ayah diam di taman sekedar untuk bercengkrama dengan anaknya,tak harus ketempat rekreasi yang mahal, taman disekitar komplek rumah kita pun akan sangat berarti, sudah berapa lamakah kita tidak melalukan hal itu bersama anak kita?

Jangan memaksa anak untuk mendengarkan ucapan kita selama kita tak bisa menjadi pendengar yang baik buat anak.

menjadi sebuah renungan bagi orang tua jika anaknya tak mau mendengar orang tuanya, karena tak sengaja kita mengajarkan hal itu.

semoga sepeninggalan kita, tumbuh anak-anak yang lebih berkualitas dan berbakti kepada orang tua.

Karena sebagian besar muncul kesalahpahaman akibat kita tak mampu menjadi pendengar yang baik bagi orang lain.
Read More..

Selasa, 06 Oktober 2009

Didiklah anak sebagaimana Allah mendidik kita

Allah mencukupi kebutuhan kita tanpa harus dipinta.
-berusahalah mengetahui keinginan anak kita sebelum ia meminta kepada kita, dan ungkapkanlah perasaan 'rahman' kita lalu perhatikan apa yang terjadi?


Allah mencukupi kebutuhan kita tanpa harus dipinta.
-berusahalah mengetahui keinginan anak kita sebelum ia meminta kepada kita, dan ungkapkanlah perasaan 'rahman' kita lalu perhatikan apa yang terjadi?

Allah maha luas ampunanNya
-maafkan lah segala kesalahan anak yang tidak disengaja seberapa besarpun sesalahan dia, dan berilah pengertian bahwa kita tidak menyukai perbuatannya itu, lalu perhatikan apa yang terjadi?

Allah maha dasyat siksaNya
-hukumlah anak ketika dia melakukan kesalahan, jangan ditunda dan jangan pilih waktu lain. jangan memarahi anak setelah semuanya berlalu, hukumlah dengan bijak seperti Allah menegurkita dengan bijak.

Allah mengajarkan kepada kita bahwa buminya, ilmunya sangat luas.
-berilah pemahaman kepada anak bahwa belajar tak hanya di lakukan diruangan sempit'kelas', bukan hanya lembaga normatif'sekolah', rubahlah paradigma kita, bahwa belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja asal kita tahu cara bagaimana kita belajar. ketika anak telah paham perhatikan apa yang terjadi?

Allah tak memandang perbedaan dari hambaNya kecuali hanya dari segi ketakwaannya saja
-jangan terlalu memuji anak kita atas kelebihannya kepada orang lain, biarkanlah pujian orang itu mengalir dengan tulus, karena pujian kesempurnaan anak kita kepada orang lain bisa berarti beban psikologis bagi anak itu sendiri.

wallahu alam.
Read More..

Senin, 05 Oktober 2009

Kriteria Menjadi Dewasa

Dewasa dibagi menjadi tiga fase, dewasa awal (sekitar usia 20), dewasa tengah (sekitar usia 40), dewasa akhir atau lanjut usia (sekitar usia 60/65). Yang kita bicarakan disini adalah dewasa awal, dimana kita disebut sebagai orang dewasa bukan lagi remaja.
Lalu apa yang membedakan antara remaja dengan orang dewasa, kriteria apa yang harus kita penuhi sehingga kita disebut sebagai orang dewasa?

Sebelum memasuki masa dewasa kita mengalami transisi. Transisi antara masa remaja dengan masa dewasa yang sering disebut dengan masa muda/youth (istilah yang dipakai oleh sosiolog Kennith Kenniston). Berbeda dengan remaja yang berjuang untuk mendefinisikan dirinya, kaum muda berjuang membangun pribadi yang mandiri dan menjadi terlibat secara sosial.

Terdapat dua kretira yang menunjukkan berakhirnya masa muda ke permulaan masa dewasa awal. Dua kriteria itu adalah kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan.
Pada umumnya kita disebut dewasa ketika telah bekerja secara penuh, hal ini bisa terjadi setelah tamat sekolah menengah atas atau bagi sebagian yang lain setelah lulus sarjana. Namun tidak semua orang sudah bekerja secara mapan setelah menyelesaikan pendidikannya, mandiri secara ekonomi terlepas dari perlindungan orang tua terjadi secara bertahap.
Kriteria yang kedua yaitu kemampuan untuk membuat keputusan. Membuat keputusan yang dimaksud adalah pembuatan keputusan secara luas tentang karir, nilai-nilai, keluarga dan hubungan, serta tentang gaya hidup. Pada waktu muda seseorang mungkin mencoba banyak peran yang berbeda, mencari karir alternatif, berpikir tentang berbagai gaya hidup, dan mempertimbangkan berbagai hubungan yang ada. Individu yang beranjak dewasa biasanya membuat keputusan tentang hal-hal ini, terutama dalam bidang gaya hidup dan karir.

The process of entering into adulthood is more lengthy and complex than has usually been imagined. It begins around 17 and continues until 33……A young man needs about 15 years to emerge from adolescence, find his place in adult society and commit himself to a more stable life. (Daniel J Levinson)

Jadi, sudahkah kita dewasa?

Sumber : Life Span Development. (J.W Santrock)
Read More..

Sabtu, 03 Oktober 2009

Berlindung Diri Dari Azab Allah

Begitu banyak musibah yang terjadi di negeri kita tercinta ini, untuk merenunginya kita simak kisah-kisah umat terdahulu berikut ini.

Kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat
Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa (petir yg amat keras)
Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin lagi amat kencang. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah lapuk.Maka adakah kamu melihat seorangpun yang masih tersisa di antara mereka?
kemudian datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung) Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal.
agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau MENDENGAR

Sudahkah kita MENDENGAR peringatan Akan azab Allah? Sudahkah kita MENDENGAR?

Pesan-pesan suci, disampaikan untuk umat manusia oleh Allah melalui utusan-utusan-Nya, telah dikomunikasikan kepada kita sejak penciptaan umat manusia, Beberapa masyarkat/kaum telah menerima pesan/ajaran ini sementara yang lain telah mengingkarinya. Adakalanya, ada sejumlah kecil dari suatu masyarakat yang mau menerima perintah suci tersebut mengikuti seorang pembawa risalah(nabi).

Namun sebagian besar dari masyarakat yang telah didatangi risalah suci tersebut tidak bersedia menerimanya. Mereka tidak hanya mengabaikan pesan suci yang disampaikan oleh sang pembawa pesan, namun juga berusaha untuk melakukan perbuatan keji terhadap para pembawa pesan dan para pengikutnya. Para pembawa pesan suci tersebut biasanya dituduh serta difitnah sebagai "pembohong, sihir, orang yang sakit gila dan penuh dengan kesombongan" dan menjadi pemimpin dari banyak orang yang harus mereka cari-cari untuk dibunuh.

Semua hal yang diinginkan oleh para nabi dari kaumnya adalah kepatuhan mereka kepada Allah. Mereka tidak meminta uang ataupun berbagai keuntungan dunia lainnya sebagai balasan. Dan juga mereka tidak berusaha memaksa kaum mereka. Yang mereka inginkan hayalah mengajak kaum mereka kepada agama yang haq dan bahwa mereka seharusnya memulai sebuah jalan hidup yang berbeda bersama dengan para pengikutnya terpisah dari masyarkat. Lihat www.bangsamusnah.com

Berapa banyak dari umat terdahulu yang telah Allah binasakan, karena menyekutukan Allah, karena kesombongannya, karena tidak percaya akan hari perhitungan, karena mendustakan utusaNya, karena perbuatannya yang zolim, karena melanggar aturan Allah. Inginkah nasib kita sama dengan umat terdahulu yang telah diazab oleh Allah? Lalu mengapa kita mengabaikan peringatannya? mengapa kita tidak MENDENGAR?

berlindunglah kepada Allah agar dilindungi dari azabNya
Allohumma laa taqtulnaa bighodhobika wa laa tuHliknaa bi 'azaabika wa'fu'anna qobla dzaalika

Ya Allah janganlah engkau matikan kami dengan amarahmu, dan jangan pula Engkau Binasakan kami dengan azabmu. dan ampunilah kami sebelum semua itu terjadi.
Read More..

Jumat, 02 Oktober 2009

Delapan Kecerdasan yang Luar Biasa

Guru besar pendidikan Universitas Harvard, Profesor Howard Gardner, mengemukakan bahwa kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam suatu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain, kecerdasan dapat bervariasi menurut konteksnya. Untuk sampai pada teorinya Gardner melakukan penelitian-penelitian mendalam, yang melahirkan buku terkenalnya yang berjudul Frames of Mind. Gardner menawarkan cara pandang alternatif terhadap inteligensi manusia. Ia kemudian mengemukakan tujuh jenis kecerdasan manusia (pada tahun 1996) ia menambahkan satu jenis kecerdasan lagi. Kedelapan jenis kecerdasan tersebut dikenal dengan teori Multiple Intelligence, yang secara garis besar sbb:

KECERDASAN LOGIKA-MATEMATIKA
Kemampuan untuk berpikir rasional/logis, sistematis, dan numerik. Keterampilan ini dikembangkan pada insinyur, ilmuan, ekonom, akuantan, ditektif, orang yang bergelut dalam bidang hukum,dll

KECERDASAN LINGUISTIK (BAHASA)
Kemampuan membaca, menulis, berkomunikasi dengan kata-kata, kemampuan mengekspresikan gagasan melalui bahasa. Penulis, jurnalis, penyair, orator, pelawak adalah contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistik

KECERDASAN MUSIKAL
Kemampuan untuk memahami, menghasilkan, dan mengapresiasikan nada, ritme, dan timbre atau kualitas suara. Kecerdasan ini dimiliki oleh musisi, komposer, perekayasa rekaman,dll.

KECERDASAN VISUAL-SPATIAL
Kemampuan untuk mempersepsi dunia ruang visual secara akurat dan melakukan transformasi persepsi tersebut. Orang yang memiliki kecerdasan ini antara lain arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer, perencanaan strategis, dll

KECERDASAN KINESTETIK-TUBUH
Kemampuan untuk mengontrol atau melakukan gerakan-gerakan tubuh secara terampil, seperti atlet, berakting dll

KECERDASAN INTERPESONAL
Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain, dan memperlihatkan empati dan pengertian, memperlihatkan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para guru, fasilitator, penyembuh, politisi, pemuka agama, dll

KECERDASAN INTRAPERSONAL
Kemampuan menganalis diri dan merenungkan diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang. Meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh, pembimbing, dll.

KECERDASAN NATURALIS
Kemampuan mengenal flora dan fauna melakukan pemilahan-pemilahan runtut, dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif misalnya untuk melakukan penelitian biologi, bertani, berburu. Para botanis, konservasi, biologis, lingkungan semuanya memperlihatkan kecerdasan ini.

Setiap orang yang normal memiliki derajat setiap jenis kecerdasan yang bervariasi, tetapi bagaimana kecerdasan-kecerdasan itu berkombinasi dan berpadu sebanyak wajah dan pribadi individu manusia.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard, anak-anak berusia empat dan lima tahun menampakkan profil kekuatan dan kelemahan khas masing-masing dan ketika menginjak dewasa, sebagian orang memiliki satu atau dua kecerdasan yang benar-benar dikembangkan dengan baik. Mereka mungkin menonjol dalam satu bidang, meskipun mungkin gagal total dalam situasi berbeda. contohnya seseorang sangat ahli dalam bidang matematika namun ia tidak bisa mengkomunikasikan pemahaman matematikanya terhadap orang lain.
Seseorang juga mungkin tidak sangat berbakat dalam suatu jenis kecerdasan; tetapi karena gabungan dan paduan khusus keterampilan yang dimilikinya dia mungkin mampu menguasai beberapa bidang secara unik.
Semakin baik kecerdasan Anda yang lainnya dikembangkan, maka akan semakin luwes Anda memenuhi tantangan dalam kehidupan yang luas aspeknya.

BUKAN HANYA SEBERAPA CERDAS ANDA, tetapi BAGAIMANA ANDA MENJADI CERDAS (Gardner)
Read More..

Memahami Inteligensi

Inteligensi biasanya diartikan oleh para ahli psikologi sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, menguasainya dan mempraktikannya dalam penyelesaian suatu masalah. Kemampuan itu meliputi kemampuan dalam persepsi, mengingat, mengkhayal, memahami, belajar dan memutuskan.
Alferd Binet, pakar psikologi Perancis, menyatakan sifat hakikat atau definisi intelegensi ke dalam tiga macam, yaitu:


- kecenderungan untuk menetapkan dan mempertahankan tujuan tertentu. Makin cerdas seseorang, akan makin cakaplah ia untuk membuat tujuan sendiri, mempunyai inisiatif sendiri, tidak menunggu perintah, dan makin teguh pada tujuannya.
- kemampuan untuk mengadakan penyesuaian dengan tujuan yang akan dicapai. Makin cerdas seseorang makin dapat menyesuaikan cara-cara menghadapi sesuatu dengan semestinya.
- kemampuan oto-kritik, yaitu kemampuan untuk mengkritik diri sendiri, kemampuan untuk belajar dari kesalahan diri sendiri. Makin cerdas seseorang makin pandai ia mengkritik kesalahannya sendiri, dan makin pandai pula ia belajar dari pengalamannya.

Terdapat pula beberapa pengertian inteligensi dari beberapa tokoh. Diantaranya:
- Stoddard : inteligensi sebagai suatu kecakapan untuk melakukan kegiatan yang ditandai dengan kesulitan, kompleksitas, abstraksi, nilai sosial, dan mengandung keaslian, dan untuk memelihara kegiatan-kegiatan dalam kondisi-kondisi yang menuntut pemusatan energi dan resistensi kepada tekanan-tekanan emosional.
- C.P Chaplin mengartikan inteligensi sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan tepat.
- Raymon Cattel dkk., mengklasifikasikan inteligensi ke dalam dua kategori, yaitu: a) "Fluid intelligence", yaitu tipe kemampuan analisis kognitif yang relatif tidak dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya, dan b) "Crystallized intelligence", yaitu keterampilan-keterampilan atau kemampuan nalar/berpikir yang dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya.
Dari semua pengertian inteligensi diatas kita dapat memahami betul pentinganya inteligensi dalam diri kita.
OLEH KARENA ITU JANGAN ANGGAP REMEH INTELIGENSI
Read More..

Kamis, 01 Oktober 2009

PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM KONSELING (filsafat-filsafat dasar)

Filsafat dasar merujuk pada pandangan tentang manusia. Setiap pendekatan memiliki pandangan yang berbeda tentang sifat manusia, pribadi manusia, kondisi manusia dll. Pandangan tentang manusia ini akan melahirkan konsep dan landasan filosofis mengenai bimbingan dan konseling. Berikut pemaparannya.


PENDEKATAN PSIKOANALITIK:
Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini. Motif-motif dan konflik-konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang. Kekuatan-kekuatan irrasional kuat; orang didorong oleh dorongan-dorongan seksual dan agresif. Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.

PENDEKATAN EKSISTENSIAL-HUMANISTIK
Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas untuk menentukkan nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar, pencarian makna yang unik di dalam dunia yang tak bermakna, berada sendirian dan berada dalam hubungan dengan orang lain, keterhinggaan dan kematian, dan kecenderungan untuk mengaktualkan diri,

PENDEKATAN CLIENT-CENTERED
Memandang manusia secara positif; manusia memiliki suatu kecenderungan ke arah menjadi berfungsi penuh. Dalam konteks hubungan konseling, konseli mengalami perasaan-perasaan yang sebelumnya diingkari. Konseli mengaktualkan potensi dan bergerak ke arah meningkatkan kesadaran, spontanitas, kepercayaan kepada diri, dan keterarahan dalam.

PENDEKATAN GESTALT
Manusia terdorong ke arah keseluruhan dan intregasi pemikiran perasaan serta tingkah laku. Pandangannya anti deterministik dalam arti individu dipandang memiliki kesanggupan untuk menyadari bagaimana pengaruh masa lampau berkaitan dengan kesulitan-kesulitan sekarang.

PENDEKATAN ANALISIS TRANSAKSIONAL
Manusia dipandang memiliki kemampuan memilih. Apa yang sebelumnya ditetapkan, bisa ditetapkan ulang. Meskipun manusia bisa menjadi korban dari putusan-putusan dini dan skenario kehidupan, aspek-aspek yang mengalihkan diri bisa diubah dengan kesadaran.

PENDEKATAN TINGKAH LAKU
Manusia dibentuk dan dikondisikan oleh pengondisian sosial budaya. Pandangannya deterministik, dalam arti tingkah laku, dipandang sebagai hasil belajar dan pengondisian.

PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF
Manusia dilahirkan dengan potensi untuk berpikir rasional, tetapi juga dengan kecenderungan-kecenderungan ke arah berpikir curang. Mereka cenderung untuk menjadi korban dari keyakinan-keyakinan yang irrasional dan untuk mereindoktrinasi dengan keyakian-keyakinan yang irrasional itu. Tetapi berorientasi kognitif-tingkah laku-tindakan, dan menekankan berpikir, menilai, menganalisis, melakukan dan memutuskan ulang. Modelnya adalah didaktif direktif, Terapi dilihat sebagai proses reduksi.

PENDEKATAN REALITAS
Manusia membutuhkan identitas dan mampu mengembangkan "identitas kegagalan". Pendekatan realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan dan antideterministik.

Sumber: Gerald Corey. (2005). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama.

Read More..

Selasa, 29 September 2009

Mengajarkan Anak Bersih-Bersih

Ketika anak bermain, ia kerapkali menarik semua mainannya, menyimpan dengan sembarangan, mengambil lagi mainan yang baru, dan membiarkan mainan yang sebelumnya ketikan anak tertarik pada mainan lainnya. Mainan anak yang bertumpuk menjadi pekerjaan harian seorang ibu untuk membereskannya, dan hal ini seringkali membuat ibu frustasi karena dalam sehari saja seorang anak bisa beberapa kali mengeluarkan mainannya, hal ini cukup melelahkan. Belum lagi anak suka bermain di dekat orang tuanya, sehingga mainan terserak di semua sudut rumah.

Banyak orangtua menginginkan agar anaknya membereskan mainannya setelah bermain. Orang dewasa tentu lebih peduli kepada kebersihan sedangkan persepsi anak tentang merapikan/bersih-bersih tidak seperti otang tuanya.
Ketika orangtua menekan anak untuk merapikan setiap mainannya, minat anak terhadap mainan menjadi berkurang dan menghambat anak untuk melakukan eksplorasi dan bermaian yang merupakan bagian penting dalam masa kanak-kanak. Kemudian anak malah beralih kepada hal lain seperti menonton TV. Lalu apakah tepat jika anak dilibatkan untuk 'bersih-bersih'?
Meskipun merapikan mainan anak merupakan tugas orang tua, namun orang tua dapat melibatkan anaknya. Caranya:
- ajaklah anak merapikan mainannya bersama Anda
- arahkan kepada anak kemana ia harus menyimpan mainannya
- berikan perintah khusus kepada anak, seperti "De, ade kumpulin bolanya, mama yang masukinnya ke keranjang"
- jika anak terkadang enggan merapikan mainan, Anda tidak perlu memaksanya, Anda cukup membersihkan hal lainnya. Suatu saat Anda akan mendapati anak Anda membersihkan mainannya dan bahkan membantu pekerjaan Anda, hal itu anak lakukan tidak lain untuk membuat Anda bahagia.

Semoga Bermanfaat
Read More..

Jumat, 25 September 2009

Praktik Profesional BK di Sekolah Saat Ini

Pada saat ini konseling di Indonesia belum sampai pada kondisi yang mapan, namun sudah menyesuaikan diri dengan perubahan global (Nurhudaya, 2005:503). Bimbingan konseling di sekolah setidaknya sudah dilakukan secara benar, hal ini bisa dilihat dari sisi filosofis, psikologis, dan sosial budaya yang dijelaskan sebagai berikut:

Secara filosofis bimbingan konseling di lapangan ditujukan untuk seluruh siswa dengan menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi, sosial, akademik, karir dan dukungan sistem, meliputi ragam dimensi (masalah setting, metode, dan lama waktu layanan);
Bimbingan konseling di sekolah saat ini ditujukan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal, mencegah terhadap timbulnya masalah dan memecahkan masalah siswa;
Program BK di sekolah saat ini dilaksanakan secara terpadu, kerjasama antara personel BK dengan personel sekolah lainnya, dan keluarga
Model bimbingan di atas menunjukkan bahwa: bimbingan berpandangan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan, pengaruh terhadap satu bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya; pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secar positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut; setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab; manusia tidak kaku terhadap pengalamannya.

Secara psikologis BK di sekolah saat ini, Konselor memberikan layanan psikologis dalam suasana pedagogis, jadi konselor memberikan layanan psikopedagogis dalam seting persekolahan. Penanganan masalah yang dihadapi oleh klien dilakukan dengan langsung berhubungan dengan klien yang bersangkutan. Masalah yang dihadapi tidak dibatasi pada bidang-bidang tertentu (sosial saja) tetapi bisa juga menyangkut masalah pribadi, akademik, sosial dan lain sebagainya.

Secara sosial budaya, adanya standar perilaku konselor yang dimuat dalam kode etik konselor yang juga telah dilaksanakan oleh para konselor di sekolah antara lain: konselor sekolah menghormati harkat pribadi, integritas, dan keyakinan klien, konselor tidak mengadakan pembedaan klien atas dasar suku, bangsa, warna kulit, agama, atau status sosial ekonomi; konselor dalam konselingnya menganut etika ketimuran.
Sumber : (Djawad, D) 2005. Pendidikan dan Konselig di Era Global. Bandung:Rizqi Pers
Read More..

Standar Profesi BK

Ada tiga hal utama dalam standar profesi yaitu: etik, sertifikat dan akreditasi, sera kredensialisasi, dengan landasan epistemologi yang jelas.

ETIK
Pertanyaan etik tentang profesi berakar pada kepercayaan publik yang mendefinisikan profesi itu dan menjadi kepedulian utama seluruh anggota kelompok profesional. Etika konseling harus melibatkan kesadaran dan komitemen untuk memelihara pentingnya tanggung jawab melindungi kepercayaan klien.
Kode etik profesi muncul sebagai wujud self regulation dari profesi it. Suatu organisasi profesi harus mengembangkan kode etik secara fair. Kode etik merupakan suatu aturan yang melindungi profesi dari campur tangan pemerintah, mencegah ketidaksepakatan internal dalam suatu profesi, dan atau mencegah para praktisi melakukan malpraktik.
Penegasan identitas profesi Bimbingan dan Konseling harus diwujudkan dalam implementasi kode etik dan supervisinya.

Sertifikasi dan akreditasi
Predikat konselor didasarkan atas sertifikat yang dimiliki seseorang. Sertifikat diberikan oleh lembaga pendidikan, tenaga kependidikan dalam program yang disiapkan secara khusus untuk itu. Kelayakan sebuah lembaga penyelenggara pendidikan konselor di Indonesia didasarkan pada hasil akreditasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional bersama-sama dengan ABKIN.
Keterlibatan ABKIN dalam melakukan akreditasi dipandang penting karena ABKIN adalah institusi yang menetapkan kompetensi nasional yang harus dicapai melalui program pendidikan konselor LPTK.

Kredensialisasi
Kredensialisasi adalah penganugerahan kepercayaan kepada konselor profesional yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memiliki kewenangan dan memperoleh lisensi untuk menyelenggarakan layanan profesional secara independen kepada masyarakat maupun di dalam lembaga tertentu.
Lisensi diberikan oleh ABKIN atas dasar permohonan yang bersangkutan. Pemberian lisensi deberikan atas hasil assesmen nasional yang dilakukan oleh ABKIN melalui Badan Akreditasi dan Kredensialisasi Konselor Nasional.

Read More..

Kode Etik Profesi Konseling

Kode Etik Profesi Konseling Tahun 1991 dan 2004 beserta perbandingan keduanya:


KODE ETIK ANGGOTA IKATAN PETUGAS BIMBINGAN INDONESIA (IPBI) –disyahkan pada kongres nasional VII IPBI di Padang, 11-13 November 1991

Garis besar kode etik
Pembuka
- Organisasi bernama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia) organisasi ilmiah dan profesional para anggota pendidik yang bertugas di bidang bimbingan dan konseling dan bidang-bidang layanan bantun kemanusiaan pada umumnya.
- Identitas anggota ikatan berasal dari berbagai latar belakang dengan dorongan kesadaran untuk memberikan arti dan nilai kemanusiaan dan kemasyarkatan.

Umum
- Adanya patokan perilaku dimaksudkan agar dapat menjadi sarana pengendalian mutu pelayanan yang ingin ditegakkan ikatan dan juga sebagai alat belajar para anggota.
- Anggota dituntut untuk selalu melihat kemampuan dirinya dan latar belakang dirinya agar anggota dapat mengetahui kewenangan yang dimilikinya.
- Anggota ikut memajukan profesi
- Anggota sebagai pribadi menilai sikap dan perilaku sebagai tenaga profesional
- Anggota selalau memeriksa perilaku dan sikap dalam pergaulannya dengan orang lain.
- Anggota menyadari kedudukannya sebagai pendidik
- Anggota tidak berperilaku amoral
- Tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain
- Tidak memberikan layanan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
- Tidak melakukan perbedan rasial
- Memberikan keterangan yang cermat, dapat dipercaya, objektif.
Konseling
- Anggota ikatan harus selalu memtuhi kode etik.
- Hubungan dengan rekan sejawat
- Saling mengingatkan antar anggota seprofesi
- Menjauhkan diri dari konflik dengan rekan sejawat

Konsultasi
- Memberikan konsultasi demi keberhasilan dan mutu layanan

Hubungan dengan lembaga
- Anggota bekerja dengan baik dalam lembaga tanpa mengabaikan individu yang dilayani.

Testing
- Anggota ikatan harus memeriksa memiliki kemampuandan latar pendidikan untuk mempertimbangkan apakah ia memiliki kewenangan untuk memberikan tes.

Penelitian
- dalam melakukan penelitian subjek tidak dirugikan dan melakukan penelitian sesuai prosedur penelitian.

Publikasi
- Memperhatikan ketentuan etis dan teknis yang berlaku dalam pembuatan karya tulis.

KODE ETIK PROFESI KONSELING TAHUN 2004

Garis Besar Kode Etik
Dasar
- Pancasila dan tuntutan profesi, mengacu kepada kebutuhan dan kebahagiaan klien sesuai dengan norma-norma yang berlaku

Kualifikasi dan Kegiatan Profesional Konselor
- Konselor harus memiliki nilai, sikap, keterampilan, pengetahuan, dan wawasan dalam bidang profesi konseling dan pengakuan atas kemampuan dan kewenangan sebagai konselor.
- Penyimpanan dan penggunaan Informasi, testing dan riset
- Proses layanan yang mencakup hubungan dalam pemberian layanan dan hubungan dengan klien
- Konsultasi dan hubungan dengan rekan sejawat yang mencakup konsultasi dengan rekan sejawat dan alih tangan kasus

Hubungan Kelembagaan
- Prinsip umum: prinsip yang berlaku dalam layanan individual juga berlaku bila konselor nekerja dala suatu lembaga; konselor mengikuti dasar-dasar pokok profesi dan tidak bekerja atas dasar komersial.
- Keterkaitan kelembagaan: bertanggung jawab, bijaksana, menymbangkan kemampuan profesional yang khas.

Praktik mandiri dan laporan kepada pihak lain
- Konselor yang berpraktik mandiri tetap mentatai kode etik yang berlaku dan wajib memperoleh izin dari ABKIN
- Dalam memberikan laporan klien tetap dilindungi dan tidak dirugikan
Ketaatan kepada profesi
- Pelaksanaan hak dan kewajiban: konselor harus selalu mengkaitkan dengan tugas dan kewajibannya terhadap klien dan profesi; konselor tidak dibenarkan menyalahgunkan jabatannya untuk mencari keuntungan pribadi
- Pelanggaran terhadap kode etik: konselor harsu senantiasa mengingat bahwa pelanggaran terhadap kode etik akan merugikan mutu proses dan hasil layanan; pelanggarn akan diberikan snksi oleh ABKIN

Perbandingan kode etik 2004 dan 1991
1991
Organisai bernama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia) mengandung arti sebuah kumpulan dari orang-orang, berbeda latar namun dalam naungan yang sama yaitu terjun dalam dunia bimbingan. Ikatan juga berarti mengikat orang-orangnya saja tidak pada profesinya.
2004
Organisasi bernama ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) mengandung arti organisasi tidak hanya mengikat orang-orangnya saja juga profesinya.

1991
Anggota memiliki latar belakang yang berbeda asalkan bergelut dalam dunia bimbingan
2004
Latar belakang anggota difokuskan pada konselor

1991
Tidak dijelaskan mengenai kualifikasi yang harus dimiliki oleh konselor
2004
Dijelaskan kualifikasi yang harus dimiliki konselor

1991
Terdapat klasifikasi pemberian bantuan dikarenakan perbedaan latar belakang
2004
Kompetensi pemberian bantuan disamakan, adapun alih tangan kasus merupakan hal yang berada diluar kewenangan konselor

1991
Dalam hal hubungan kelembagaan hanya dicantumkan "tetap mementingan klien dan lembaga"
2004
Telah diruntut pula tanggung jawab, kebijaksanaan, ketentuan dan pengetahuan

1991
Belum terdapat hak praktik mandiri karena IPBI tidak mengikat profesi
2004
Sudah terdapat ketentuan mengenai praktik mandiri konselor

1991
Belum disinggung mengenai hak dan kewajiban; sanksi terhadap pelanggaran kode etik
2004
Sudah disinggung hak dan kewajiban; disinggung mengenai sanksi terhadap pelanggaran kode etik
Read More..

Kamis, 24 September 2009

Berapa lama kita tidur?

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِراً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
(QS 27:86)

Persepsi apa yang ada dalam pikiran Anda tentang tidur?

Setidaknya dapat digolongkan menjadi dua pendapat,
Pendapat pertama, tidur hanya membuang-buang waktu, pemborosan, dengan tidur banyak aktivitas yang tidak terlaksanakan hingga mereka lebih memilih untuk tidur lebih sedikit dari biasanya hanya 4 jam atau 3 jam dan bahkan tidak tidur sama sekali, mereka merasa terlalu bermalas-malasan jika jam tidur mereka lebih banyak dari pada jam bangun mereka.
Pendapat yang kedua, yaitu mereka yang menganggap tidur itu penting agar dapat beraktivitas dengan baik. Mereka berpendapat tidur yang baik berkisar antara 8 sampai sepuluh jam. Bahkan sampai pada pendapat tidur malam tidak cukup perlu ditambah dengan tidur siang.
Pendapat manakah yang benar?
Lalu kita tanyakan pada diri kita sendiri seberapa lama kita tidur setiap harinya, seberapa cepat kita tertidur, efektif tidakkah tidur kita.
semua orang harus tahu pasti seberapa lama tidur yang ia perlukan agar dapat betul-betul terjaga, dinamis, dan cergas sepanjang hari. Semua orang harus mengetahui strategi dan teknik tidur malam yang baik agar siang harinya dapat berkinerja dengan sempurna. Dan semua orang juga harus mengetahui cara mengatasi masalah kurang tidur jika hal itu terjadi.”(Dr. James.B Maas-Power Sleep)
Bersambung....
Read More..

Selasa, 22 September 2009

Betulkah Silaturahmi Kita?

Momen lebaran adalah momen yang tepat untuk bersilaturahmi, ramai-ramai orang pulang kampung dengan berdesak-desakan atas nama silaturahi, orang rela untuk merayap dalam kemacetan demi sampai pada tujuannya. Namun benarkah kita semua sudah melakukan silaturahmi dengan benar?

"Barangsiapa yang ingin dimudahkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia bersilaturahmi"

Silaturahmi berasal dari dua kata, yaitu dari kata asshilah yang berarti menyambungkan, dan arrahim yang berarti kasih sayang. Jadi silaturahmi memiliki makna menyambungkan kebaikan dan kasih sayang diantara sesama.


Rosululloh menjamin orang yang melakukan silaturahmi dengan dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hal ini bukan berarti harus sebenarnya, banyak harta dan panjang umur, namun bisa pula rizki yang senantiasa membawa berkah dan umur yang berkah yang senantiasa diisi dengan kebaikan. Silaturahmi yang dilakukan dengan tulus akan melahirkan semangat solidaritas dan muncul rasa saling tolong menolong.

Melihat dari kenyataan yang ada banyak praktik silaturahmi yang kita lakukan yang perlu dibenahi. Banyak orang yang pulang kampung hanya untuk memamerkan harta bendanya dan saling merendahkan antar saudaranya. Banyak pula orang yang lebih mementingkan silaturahmi kepada atasannya terlebih dulu ketimbang orang tuanya. Banyak pula yang lebih banyak berekrasi ke tempat wisata dibanding berkunjung kepada kerabatnya. Apakah silaturahmi yang seperti ini yang dapat melapangkan rizki kita dan memanjangkan umur kita?

Silaturahmi yang dilaksanan dengan tulus ikhlas dapat mengantarkan kita pada sudut pandang kehidupan yang baru dan lebih baik, karena kita dapat melihat kesulitan orang lain yang membuat kita terdorong untuk menolong, adapun ketika melihat orang yang lebih baikpun kita termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hari berikutnya. Sudut pandang inilah yang mengantarkan kita pada rizki yang lapang dan umur dan panjang.

Mari kita sambungkan rasa kasih sayang.

wallohu 'alam
Read More..

Senin, 21 September 2009

Bersahabat dengan Al-Qur'an

Saat bulan ramadhan kita begitu dekat dengan Al-Qur'an, apakah di bulan berikutnya kita akan meninggalkannya?

Al-Qur'an menunjukkan kehadiran Ilahi, bagi semua muslim dekat dengan Al-Qur'an berarti dekat dengan Allah. Lalu mengapa kita sering mengabaikannya?
Bukti apalagi yang kita cari bahwa Al-Qur'an adalah benar?
Hidayah apalagi yang kita tunggu untuk hanya sekedar membacanya?


Hanya Al-Qur'an yang teksnya utuh dan lengkap sama seperti pada zaman Nabi Muhamad Saw,tidak ada yang berubah baik dari bahasanya maupun tatanannya.
"Bukti bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah berada pada Al-Quran itu sendiri.Al-qur'an membentuk buktinya sendiri dengan ketakterbandingannya, keindahannya yag luar biasa dab daya tariknya yang hidup yang taktertandingi ciptaan manusia" (Ismail R Al-Raruqi-Atlas Budaya Islam)
Al-qur'an bagaikan mutiara yang bertebaran, tidak ada awal atau akhirnya, kita dapat membacanya dari ayat apapun dan berhenti pada ayat apapun tanpa kita kehilangan maknanya.
إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً
Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,(QS Al-Isro ayat 9)

Sebagai seorang muslim kita harus membaca ayat-ayatnya, menghafalnya, menganalisis kalimatnya, dan menangkap maknanya.
Read More..

Sabtu, 19 September 2009

Penetapan 1 Syawal 1430 H Dari Beberapa Sumber

Beberapa hari lagi kita harus berpisah dengan Bulan Ramadhan,bulan yang penuh berkah ,rahmat dan ampunan dari Allah swt. Tentu saja akan memasuki bulan baru 1 Syawal 1430 H.

Maka pada kesempatan ini kami InsyaAllah akan menyampaikan tentang berita yang berkaitan erat dengan keputusan ini dan akan berusaha mengupdate tulisan ini hingga pada hari H.

Sudah jauh-jauh sebelumnya Organisasi Massa, Muhammadiyah dan Persis sudah memutuskan bahwa 1 syawal 1430 H bertepatan dengan tanggal 20 september 2009.

berikut kutipannya :

1.Keputusan PP Muhamadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (23/07/2009) melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009

Selain penetapan 1 Ramadhan, Maklumat tersebut juga memuat penetapan 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009

2. Keputusan PP PERSIS

Surat Edaran bernomor 2015/JJ-C.3/PP/2009 ini juga berisi tentang penentapan hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H. Keputusan yang dihasilkan ini merujuk kepada Almanak Persis tahun 1430 H sebagai hasil perhitungan dan Rukyat Persis yang isinya sebagai berikut:

1. Awal Ramadhan 1430 H; tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009 M. · Ijtimak akhir Sya’ban 1430 H, hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 pukul 17.02’40” WIB.· Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhanratu: -1°10’.42,2”, di Jayapura -3°25’53,7” 2. ‘Iedul Fithri 1430 H; tanggal 1 Syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad, tanggal 20 September 2009 M. · Ijtimak akhir Ramadhan 1430 H, hari Sabtu tanggal 19 September 2009 pukul 01.45’.42” WIB. · Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 5°24’8,3”, di Jayapura 3°28’14,0”

3. Keputusan PBNU

berdasarkan yang dirilis oleh situs resmi PBNU Kepastian hari raya Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1430 H masih menunggu hasil rukyatul hilal yang diadakan pada saat Matahari terbenam pada 29 Ramadhan atau 19 November 2009. Hasil rukyatul hilal ini kemudian dilaporkan dalam Sidang Itsbat atau penetapan bersama Departemen Agama.

Data dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk Markaz Jakarta menunjukkan, posisi hilal atau bulan sabit pada saat diadakan rukyatul hilal sudah mencapai ketinggian 5,38 derajat di atas ufuk.

Berdasarkan kriteria imkanur rukyah atau visibilitas pengamatan, hilal dalam ketinggian itu sudah mungkin untuk dirukyat. Jika dapat dirukyat maka dipastikan sidang itsbat akan menetapkan Ramadhan hanya 29 hari dan 1 Syawal jatuh pada 20 September 2009.

Namun demikian berbagai kemungkinan masih terjadi. Jika hilal tidak terlihat, misalnya karena terhalang awan maka akan dipakai kaidah istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadhan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal akan jatuh pada hari berikutnya, Senin 21 September 2009.

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah NU KH Ghazalie Masroeri, pihaknya akan mengkoordinir pelaksanaan rukyatul hilal di sedikitnya 55 titik strategis seluruh Indonesia.

“Ada 99 kader perukyat nasional yang bersertifikat yang tersebar di beberapa titik yukyat, juga para kiai dan ustadz yang biasa melakukan rukyat. Semoga rukyat berjalan lancar,” katanya dihubungi NU Online, Jum’at (11/9).

4. PWNU Jatim Perkirakan Idul Fitri 20 September

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September.

“Kemungkinan sama itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat,” kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim, Sholeh Hayat, di Surabaya, Senin (14/9).

Namun, katanya, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal di 9 lokasi, karena Nabi Muhammad memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau bulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).

“Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali,” katanya.

Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat.

“Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat,” katanya.

Padahal, katanya, hasil hisab tahun ini menunjukkan bahwa ijtimak (pertemuan rembulan dan bumi dalam satu garis untuk menandai awal kalender) terkait akhir Ramadhan terjadi pada hari ke-30 puasa atau 20 September.

“Saat ijtimak itu, tinggi hilal pada hari Sabtu (19 September 2009) setelah ghurub (matahari terbenam) antara 5-8 derajat, sehingga sudah masuk kategori imkanur rukyat,” katanya.

Karena itu, katanya, PWNU Jatim memperkirakan Hari Raya Idul Fitri akan bersamaan waktunya antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah.[nu.or.id]

5. Keputusan PP Al irsyad

berdasarkan press release Pimpinan pusat Al irsyad-al Islamiyah Ijtima’ pada hari Sabtu, 19 September 2009 pukul 01.40 WIB tingi hilal mar’i pada saat matahari ghurub hari Sabtu 19 September 2009 ialah 6º03’.
Lama hilal di atas ufuk 25 menit Hasil hisab besarnya 0,007985
Jarak azimuth hilal dan azimuth matahari 7º09’44″.
InsyaAllah pada saat itu hilal dapat dirukyat.
Tanggal 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009

6. Pernyataan tidak resmi dari menteri Agama

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah kemungkinan akan jatuh pada Ahad (20/9). Hal ini berarti lebih cepat satu hari dari penetapan kalender masehi yang selama ini mencantumkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Senin (21/9).

“Mudah-mudahan sama dengan Muhammdiyah, tanggal 20 (September) lebaran,” kata Menteri Agama, Maftuh Basyuni, di gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9).

Namun, menurut Maftuh, penetapan 1 Syawal 1430 Hijriah tetap menunggu hasil sidang Isbat yang akan dilaksanakan ada Sabtu (19/9). Mengapa pemerintah memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada Ahad (20/9)? Maftuh menjawab, pemerintah memperkirakan hilal sudah berada di atas ufuk tiga sampa lima derajat pada tanggal 19 September. “Kecuali ada mendung sehingga hilal tidak terlihat,” kata Maftuh.

Sidang Isbat sendiri, terang Maftuh akan dilaksanakan pada 19 September 2009 pukul 16.30 WIB. Guna melihat hilal, sidang isbat akan menggunakan alat-alat canggih dari observatorium Boscha, LIPI, dan Menkominfo. [republika]

7. Keputusan Sidang Isbath

untuk mengetahui hasil keputusan sidang Isbath dan menentukan 1 syawal 1430 maka kita harus menunggu hasil sidang Isbath tersebut pada tanggal 19 september 2009.

Sumber http://74.125.153.132/search?q=cache:GQ_SG43GHtIJ:yahoindo.com/the-lounge/penetapan-1-syawal-1430-h-dari-beberapa-sumber/20162-new-post.html+i+syawal+pp+persis&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a
Read More..

Tulis Permasalahan Anda di sini


Nama
Alamat Email
Tema
Kolom Curhatmu
Image Verification
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]



Read More..

Sabtu, 15 Agustus 2009

TK "Taman Bagi Anak-Anak"

Iis Haryati, S.Pd

Banyak orang tua menginginkan anaknya bersekolah di TK dengan harapan buah hatinya mendapatkan awal yang baik dalam prestasi, berharap anaknya sudah dapat membaca sebelum masuk SD, mampu menulis, berhitung, bahkan berharap sudah dapat mengenal beragam bahasa, dan hal-hal lain yang lebih menekankan perkembangan kognitif anak. Apakah harapan-harapan tersebut benar?

Kita harus kembali pada pengertian TK itu sendiri, secara harfiah TK adalah TAMAN BAGI ANAK-ANAK. Layaknya taman bermain ketika anak bersekolah di TK anak bermain, mencoba, menjelajah dengan bebas tanpa penekanan akan prestasi dan keberhasilan.

Sebagai perbandingan, di Denmark di mana pelajaran membaca dan pelajaran formal ditunda hingga usia 7 tahun, buta huruf benar-benar tidak ada. Sebaliknya di Prancis di mana pelajaran formal ditetapkan oleh negara mulai usia 5 tahun, justru 30% anak mengalami kesulitan membaca. Pendidikan masa awal anak-anak seharusnya tidak semata-mata sebagai suatu persiapan akademik. (J.W Santrock)

Namun perbandingan di atas bukan untuk mendorong para orang tua enggan untuk menyekolahkan anaknya di TK, karena TK tetap memberikan dampak positif pada anak, tetapi kita sebagai orang tua perlu menimbang TK seperti apa yang dimaksud.

Pendidikan masa awal anak-anak yang baik, seperti yang direkomendasikan NAEYC (National Association fot the Education of Young Children) adalah sebagai berikut:

Praktik yang cocok dan tidak cocok yang dikembangkan di dalam pendidikan masa awal anak-anak: rekomendasi NAEYC (dalam buku Life Span Development J.W Santrock)

1. Komponen – Tujuan Kurikulum
Praktik yang Cocok :
• Pengalaman-pengalaman yang diberikan dalam semua bidang perkembangan-fisik, kognitif, sosial dan emosional
• Perbedaan-perbadaan individual diharapkan, diterima dan digunakan untuk merancang kegiatan-kegiatan yang cocok
• Interaksi dan kegiatan-kegiatan dirancang untuk mengembangkan rasa harga diri dan sikap positif anak untuk belajar
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pengalaman-pengalaman difokuskan secara sempit pada perkembangan kognitif tanpa menyadari bahwa semua bidang perkembangan anak saling terkait
• Anak-anak hanya dievaluasi berdasarkan norma-norma kelompok, dan semuanya diharapkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang sama dan mencapai keterampilan-keterampilan yang sama dan didefinisikan secara sempit
• Harga diri anak diukur dari seberapa baik mereka menyesuaikan diri dengan harapan-harapan yang kaku dan berprestasi menurut tes standar

2. Komponen – Strategi Pengajaran
Praktik yang Cocok :
• Guru menyiapkan lingkungan bagi anak untuk belajar melalui eksplorasi dan interaksi aktif dengan orang dewasa, anak-anak lain dan benda-benda
• Anak-anak memilih kegiatan mereka sendiri dari berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh guru
• Anak-anak diaharapkan aktif secara mental dan fisik
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru menggunakan pelajaran yang berstruktur tinggi, yang secara eksklusif diarahkan oleh guru
• Guru mengarahkan semua kegiatan, memutuskan apa yang akan dikerjakan oleh anak-anak dan kapan
• Anak-anak diharapkan untuk duduk, diam dan mendengar atau membaca dan menulis. Banyak waktu digunakan untuk duduk pasif, menonton dan mendengar


3. Komponen – Bimbingan Perkembangan Sosioemosinal
Praktik yang Cocok :
• Guru mempertinggi kendali diri anak-anak dengan menggunakan teknik bimbingan positif seperti memodelkan dan mendorong perilaku yang diharapkan, membimbing anak-anak ke arah kegiatan yang lebih dapat diterima, dan menerapkan batas-batas yang jelas
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial seperti bekerjasama, menolong bernegosiasi dan berbicara dengan orang yang terlibat untuk memecahkan masalah-masalah interpersonal
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru meluangkan waktu yang cukup untuk memperkuat aturan, menghukum perilaku yang tidak dapat diterima, memarahi anak yang berperilaku buruk, membuat anak duduk dan diam atau menengahi ketdakcocokan
• Anak-anak lebih banyak bekerja secara individual di kursi dan di meja dan mendengar arahan guru ke seluruh kelompok


4. Komponen – Perkembangan Bahasa, Melek Huruf dan Perkembangan kognitif
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk melihat membaca dan menulis itu bermanfaat sebelum mereka disuruh menyebutkan huruf, menyuarakan dan mengenal kata. Keterampilan-keterampilan dasar berkembang baik bila keterampilan-keterampilan itu bermanfaat bagi anak. Kegiatan-kegiatan yang banyak ini diberikan untuk mengembangkan bahasa dan melek huruf: mendengar dan membaca cerita serta sajak, mengikuti kunjungan lapangan, mendiktekan cerita, ikut di dalam permainan drama; berbicara secara informal dengan anak-anak dan orang dewasa lain; dan mencoba dengan tulisan
• Anak-anak mengembangkan suatu pemahaman konsep tentang diri mereka sendiri, orang lain dan dunia di sekitarnya melalui observasi, interaksi manusia dan benda-benda nyata, dan mecari solusi atas masalah-masalah yang konkret. Mempelajari matematika, sains, ilmu-ilmu sosial, kesehatan dan bidang-bidang pelajaran lain yang diintregasikan melalui kegiatan-kegiatan yang bermakna
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pelajaran membaca dan menulis menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah seperti mengenal huruf-huruf tunggal, membaca alfabet, mewarnai di atas garis-garis yang sudah di garis sebelumnya, atau disusruh mengoreksi huruf di atas garis yang sudah dicetak.
• Pelajaran menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah melalui ingatan. Perkembangan kognitif anak-anak dilihat sebagai terkotak-kotak dalam bidang-bidang pelajaran seperti matematika atau sains, dan jadwal disusun untuk setiap pelajaran itu.


5. Komponen – Perkembangan Fisik
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot-otot besar, termasuk berlari, melompat dan keseimbangan. Kegiatan luar rumah direncanakan setiap hari sehingga anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan dirinya sendiri.
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot kecil melalui kegiatan-kegiatan permainan seperti teka-teki, melukis, menggunting, dan kegiatan-kegiatan yang sama.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Peluang bagi kegiatan otot besar terbatas. Waktu di luar rumah terbatas karena dilihat sebagai mengganggu waktu belajar dan bukan sebagai bagian yang integral dari lingkungan belajar anak-anak.
• Kegiatan motori kecil terbatas pada menulis dengan pensil, mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya, atau terlibat di dalam pelajaran-pelajaran yang berstruktur sama.


6. Komponen – Perkembangan Estetika dan Motivasi
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk mengekspresikan dan mengapresiasi estetika melalui seni dan musik. Berbagai alat seni harus tersedia.
• Keingintahuan alamiah anak-anak dan keinginan untuk memahami dunia mereka digunakan untuk memotivasi mereka menjadi terlibat dalam belajar.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Seni dan musik diberi perhatian terbatas. Seni terdiri atas mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya atau mengikuti arahan yang telah diberikan oleh orang dewasa.
• Anak-anak dituntut berpartisipasi dalam semua kegiatan, memperoleh persetujuan guru, memperoleh hadiah ekstrinsik seperti stiker atau hak-hak istimewa, atau untuk menghindari hukuman.

Beberapa lembaga sudah memenuhi standar di atas, dan lainnya menekankan pada aspek kognitif, oleh karena itu sebagai orang tua kita perlu selektif dalam memilih sekolah TK.

Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu orang tua ketahui mengenai pendidikan pada masa awal anak-anak.

- Orang tau berperan penting dalam pendidikan masa awal anak-anak. Keterlibatan ayah dan ibu dapat membangun sikap-sikap yang positif terhadap sekolah dan pembelajaran. Keterlibatan orang tua bisa dalam bentuk: mendukung usaha anaknya di sekolah dan karakteristik anak yang unik, membantu anak menghadapi masalahnya ketika mereka memerlukan nasehat, berkomunikasi secara teratur dengan para guru, berpartisipasi dalam fungsi-sungsi sekolah.
- Orang tua hendakanya tidak menekankan pada prestasi anak.
- Dalam memilih sekolah akan lebih baik jika orang tua mengobservasi bagaimana kurikulum yang diterapkan, bagaimana strategi pengajarannya, dan lain-lain.
- Tekankan pada anak mengenai kebiasaan belajar positif ketimbang prestasi dan keberhasilan anak.

Semoga Bermanfaat
Read More..

Sabtu, 20 Juni 2009

BK Islami Bukan pelabelan nilai-nilai Islam

oleh

Iih Haryati, S.Pd.

Bimbingan konseling Islami bukanlah pelabelan Islam atas teori/pendekatan yang sudah ada, nilai-nilai Islam tidak diseret secara paksa lalu disesuaikan dengan teori yang ada kemudian dikatakan inilah BK Islami.

Diperlukan tela'ah yang mendalam sehingga nilai-nilai Islam dapat dipraktekan secara benar dan oprasional dalam bimbingan dan konseling. Bukan pula membombardir sumber-sumber Islam secara "asal", seperti mengambil sebuah ayat kemudian diterapkan sekehendak hati tanpa ada penela'ahan dengan metode yang telah ditetapkan Islam.

Ketika kita hendak menggunakan bimbingan konseling Islami sebagai sebuah pendekatan kita perlu memahami beberapa hal mendasar dalam Islam terlebih dahulu, diantaranya.

- Hakikat manusia dalam Islam.
Dalam setiap pendekatan konseling hal utama yang perlu diketahui adalah pandangan tentang manusia baik dilihat dari pribadinya maupun sifatnya, karena pemahaman tersebut akan mengantarkan kita pada essensi, tujuan, proses bahkan teknik konseling.
- Essensi Konseling Islami
- Tujuan Konseling Islami
- Asas Konseling Islami

Dengan pemahaman diatas konselor dapat mengembangkan landasan bimbingan konseling yang sistematis.


Read More..

Bimbingan Konseling Islami

Oleh
Iis Haryati, S.Pd.
Bimbingan Konseling Islami dipandang sebagai sebuah pendekatan bimbingan konseling atau bimbingan konseling bernuansa Islam?

Seperti yang kita ketahui terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam bimbingan dan konseling yaitu pendekatan psikoanalitik, pendekatan eksistensial-humanistik, pendekatan client centered, terapi gestalt, transaksional, terapi tingkah laku, terapi rasional emotif dan terapi realitas.

Lalu apakah bimbingan konseling Islami bisa dikatakan sebagai salah satu pendekatan konseling? Seperti pendekatan-pendekatan lainnya BK Islami dikatakan pendekatan dalam bimbingan konseling ketika terdapat konsep-konsep utama seperti pandangan tentang manusia, tujuan konseling, fungsi dan peran konselor, dan teknik konseling yang digunakan bersumber dari ajaran Islam dan dapat digunakan secara oprasional.

Adapun BK bernuansa Islam, ketika konselor dalam mempraktekan konseling menggunakan pendekatan-pendekatan konvensional dengan diberikan nafas-nafas Islam sedangkan pandangan tentang manusia, tujuan, teknik masih dalam kerangka pendekatan tersebut.

Kedua paradigma tersebut sah-sah saja selama kita menggunakannya secara bertanggung jawab.

Read More..

Jumat, 19 Juni 2009

Wanita Karir Dalam Islam

Oleh
Iis Haryati, S.Pd

Terjadi perubahan-perubahan dramastis pada perempuan dalam bekerja. Kini perempuan lebih bebas dalam menentukan karir mereka. Metode kontrasepsi modern turut memungkinkan perempuan untuk berkarir tanpa gangguan. Perawatan kehamilan dan kelahiran modern sampai pengasuhan anak yang sudah tersedia dimana-mana membuat perempuan bebas memilih pekerjaan yang ia inginkan.
Perubahan ini menciptakan tuntutan berbeda bagi laki-laki maupun perempuan. Laki-laki tidak lagi dihormati atas kelebihannya dan perempuan tidak hanya terbatas pada melahirkan, merawat anak dan mengurus tugas-tugas rumah tangga.
Jumlah wanita "karir" terus meningkat secara tidak terduga, mulai dari pekerja kasar sampai mengisi posisi manajemen. Salah satu keuntungan perempuan bekerja adalah terbangunnya kekuatan ekonomi keluarga. Dalam sebuah penelitian sebagian besar pembeli rumah pertama adalah pasangan dengan karir ganda, selain itu pernikahan dengan karir ganda berkontribusi pada hubungan yang lebih setara antara suami istri dan meningkatkan rasa harga diri pada perempuan ( J.W Santrock). Lalu apa kekurangan ketika seorang perempuan memutuskan untuk bekerja? Dalam hal ini kita perlu mengkritisi lebih dalam.
Ketika perempuan mengejar karir, banyak pertanyaan yang dihadapkan pada mereka. Haruskah menunda pernikahan demi mengejar karir? Haruskan menunda memiliki anak? Penyesuaian apa yang terpaksa harus dilakukan oleh laki-laki?
Selain itu ketika seorang perempuan telah mandiri ia tidak bergantung secara ekonomi dalam pernikahannya, dalam kondisi ini laki-laki dihadapkan pada beberapa tekanan meskipun ia menghargai pekerjaan istrinya tapi ia merasa tidak diberikan pelayanan sepenuhnya.

Mengenai wacana ini Islam telah mengatur rambu-rambu yang dipegang oleh wanita "karir".

- Diantara paradigma yang harus tetap dipegang secara utuh sebelum wanita bekerja yaitu suami merupakan pemimpin keluarga dan ia pula yang bertanggung jawab memberikan nafkah pada keluarganya bukan istri, adapun ketika perempuan memutuskan untuk bekerja itu hanyalah merupakan salah satu bentuk aktualisasi dirinya dalam mengamalkan ilmu yang ia miliki.
- Tugas utama seorang perempuan adalah mengurus rumah tangganya dalam artian bukan hanya pekerjaan rumah tapi juga termasuk melayani suami dan mendidik anak. Perempuan baru bisa berkarir ketia ia bisa menyeimbangkan antara kewajiban dirinya dalam rumahtangganya dan pekerjaannya. Bagaimana seorang perempuan bekerja diluar rumah sedangkan rumah tangganya berantakan?

Seorang perempuan muslimah memang perlu belajar mandiri secara ekonomi menjaga bila ia ditinggal wafat oleh suaminya tidak dalam keadaan lemah, namun bukan berarti setelah mandiri perempuan menjadi arogan terhadap laki-laki ataupun bisa menyamai derajat suaminya. Sebagai muslimah sudah selayaknya kita mengamalkan ilmu, berkarir merupakan salah satu bentuknya. Selain itu perempuan muslimah yang berkarir dan mendapatkan penghasilan dari pekerjaanya mendapat nilai lebih ketika ia dapat mensedekahkan sebagian harta dari jerih payahnya sendiri.

Wallahu 'alam


Read More..

Rabu, 10 Juni 2009

Membangun Perencanaan Karir

Oleh:
Iis. Haryati,, S.Pd

Bagi sebagian besar orang tidak dapat secara akurat merencanakan jalur karir mereka di masa dewasa, Banyak orang yang mengubah perencanaan karirnya ketika dewasa yang tidak berkesesuaian dengan studinya, berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya, atau stagnan dalam satu posisi.

Memasuki sebuah pekerjaan menandakan dimulainya peran dan tanggung jawab baru, tidak mudah bagi seseorang untuk dapat memenuhi tuntutan kompetensi yang sangat tinggi. Ketika individu memasuki sebuah pekerjaan untuk pertama kalinya, mereka mungkin dihadapkan pada masalah dan kondisi yang tidak mereka antisispasi sebelumnya.

Dalam membangun karir kita perlu mengetahui bahwa:
- Pilihan kerja pertama seperti langkah pertama dalam perjalanan yang panjang
- sekali kita memasuki satu pekerjaan kita perlu membangun identitas pekerjaan yang berbeda dan menempatkan diri kita dalam dunia kerja (penyesuaian diri).
- perumusan tujuan, harapan dan keinginan, kemampuan dan kecocokan pribadi penting dalam perencanaan karir untuk dapat menentukan kita di masa depan.

Dalam membangun karir kita mungkin gagal, keluar, atau memulai jalan baru, yang lain sudah mencapai puncak sedangkan yang lainnya lagi masih dibawah. Namun yang terpenting dalam karir adalah MEMAKNAINYA.
Read More..

Konsep Bimbingan dan Konseling Islami

Oleh:
Iis. Haryati,, S.Pd

Bimbingan dan konseling Islami akan memberikan rujukan dalam memfokuskan tujuan, asumsi dan prosedur kerjanya secara komprehensif, sebab pendekatan ini lebih memfokuskan terhadap kehidupan konseli yang lebih luas, yaitu kehidupan dunia dan akhirat kelak.
Dalam memahami bimbingan konseling Islami upaya yang harus dilakukan yaitu menela'ah hakikat manusia, tujuan, metode dan teknik, peran dan kualifikasi konselor maupun penilaian terhadap keberhasilan konselingnya yang semuanya dikemas dalam sudut pandang Islam.

Read More..

Selasa, 02 Juni 2009

Perbedaan Perilaku Anak Ketika Bersama dan Tidak Bersama Orang Tuanya

Oleh Iis Haryati, S.Pd
3-06-3009

Anak kadang berperilaku baik ketika bersama guru, teman atau pengasuhnya namun tidak demikian ketika bersama orangtuanya. Orangtua kadang terheran-heran ketika guru atau pengasuhnya menuturkan bahwa anaknya seharian begitu enerjik namun ketika orang tuanya datang ia begitu pendiam, atau pendiam bersama orang lain tapi mengomel ketika orang tuanya datang, banyak menuntut, menangis dan sebagainya.


Orang tua tidak perlu heran atas perubahan perilaku anak, karena perilaku anak senantiasa akan berubah tergantung dengan siapa dia dan dimana dia berada (Patrick K. Lester, 2005). Ketika anak bersama orang tuanya ia dapat secara bebas mengekspresikan perasaannya, sedangkan ketika anak bersama orang lain membuatnya frustasi karena mendapat tekanan tertentu atau frustasi karena orangtua meninggalkannya seharian. Anak merasa jemu dan kejemuannya menghilang ketika orangtuanya datang.

Oleh karena itu orang tua tidak perlu khawatir atas perubahan perilaku anaknya. Untuk mengantisipasi perubahan perilaku anak Anda bisa mencoba langkah berikut.
- cobalah tanyakan kepada guru, teman atau pengaasuh anak Anda tentang ketertarikan dan tingkat aktivitas anak, dan cobalah untuk mengkomunikasikan dengan baik agar Anda mendapatkan gambaran yang jelas tentang perilaku anak dalam melalui hari-harinya dan bandingkan ketika anak berada dekat dengan Anda. InsyaAllah Anda akan memahami perilaku anak.
- Ketika Anda tahu bahwa mood anak Anda berubah ketika melihat Anda, yakinkan kepada anak bahwa bersama Anda akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Orang tua hendaknya menyadari bahwa bersama Andalah semua perasaan anak bisa terekspresikan.

Wallahu a'alam, Semoga bermanfaat.
Read More..

Minggu, 31 Mei 2009

Home

Selamat datang Di Web Kami

Dunia Bimbingan dan Konseling Islam Read More..

Photo Galery











Read More..

Sabtu, 30 Mei 2009

Biodata

seorang ibu dari seorang putri yang mau dan selalu belajar dalam kehidupan. Read More..

Profil

seorang gadis cantik jelita, baik hati dan rajin menabung
Read More..

BK Islami

bimbingan konseling islami sangat diperlukan untuk menghadapi permasalahan zaman sekarang Read More..

Selamat Datang

Photobucket

Get this widget!

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daftar Blog Saya

  • - Rp.28.000,- Keterangan lengkap.. Yoghurt kualitas super, bahan baku siap olah, cocok untuk Varian minuman di toko atau rumah makan anda Rp.28.000,-
    4 tahun yang lalu
 

Copyright © 2009 by Bagaimana Muslim Berfikir