Sabtu, 20 Juni 2009

BK Islami Bukan pelabelan nilai-nilai Islam

oleh

Iih Haryati, S.Pd.

Bimbingan konseling Islami bukanlah pelabelan Islam atas teori/pendekatan yang sudah ada, nilai-nilai Islam tidak diseret secara paksa lalu disesuaikan dengan teori yang ada kemudian dikatakan inilah BK Islami.

Diperlukan tela'ah yang mendalam sehingga nilai-nilai Islam dapat dipraktekan secara benar dan oprasional dalam bimbingan dan konseling. Bukan pula membombardir sumber-sumber Islam secara "asal", seperti mengambil sebuah ayat kemudian diterapkan sekehendak hati tanpa ada penela'ahan dengan metode yang telah ditetapkan Islam.

Ketika kita hendak menggunakan bimbingan konseling Islami sebagai sebuah pendekatan kita perlu memahami beberapa hal mendasar dalam Islam terlebih dahulu, diantaranya.

- Hakikat manusia dalam Islam.
Dalam setiap pendekatan konseling hal utama yang perlu diketahui adalah pandangan tentang manusia baik dilihat dari pribadinya maupun sifatnya, karena pemahaman tersebut akan mengantarkan kita pada essensi, tujuan, proses bahkan teknik konseling.
- Essensi Konseling Islami
- Tujuan Konseling Islami
- Asas Konseling Islami

Dengan pemahaman diatas konselor dapat mengembangkan landasan bimbingan konseling yang sistematis.


Read More..

Bimbingan Konseling Islami

Oleh
Iis Haryati, S.Pd.
Bimbingan Konseling Islami dipandang sebagai sebuah pendekatan bimbingan konseling atau bimbingan konseling bernuansa Islam?

Seperti yang kita ketahui terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam bimbingan dan konseling yaitu pendekatan psikoanalitik, pendekatan eksistensial-humanistik, pendekatan client centered, terapi gestalt, transaksional, terapi tingkah laku, terapi rasional emotif dan terapi realitas.

Lalu apakah bimbingan konseling Islami bisa dikatakan sebagai salah satu pendekatan konseling? Seperti pendekatan-pendekatan lainnya BK Islami dikatakan pendekatan dalam bimbingan konseling ketika terdapat konsep-konsep utama seperti pandangan tentang manusia, tujuan konseling, fungsi dan peran konselor, dan teknik konseling yang digunakan bersumber dari ajaran Islam dan dapat digunakan secara oprasional.

Adapun BK bernuansa Islam, ketika konselor dalam mempraktekan konseling menggunakan pendekatan-pendekatan konvensional dengan diberikan nafas-nafas Islam sedangkan pandangan tentang manusia, tujuan, teknik masih dalam kerangka pendekatan tersebut.

Kedua paradigma tersebut sah-sah saja selama kita menggunakannya secara bertanggung jawab.

Read More..

Jumat, 19 Juni 2009

Wanita Karir Dalam Islam

Oleh
Iis Haryati, S.Pd

Terjadi perubahan-perubahan dramastis pada perempuan dalam bekerja. Kini perempuan lebih bebas dalam menentukan karir mereka. Metode kontrasepsi modern turut memungkinkan perempuan untuk berkarir tanpa gangguan. Perawatan kehamilan dan kelahiran modern sampai pengasuhan anak yang sudah tersedia dimana-mana membuat perempuan bebas memilih pekerjaan yang ia inginkan.
Perubahan ini menciptakan tuntutan berbeda bagi laki-laki maupun perempuan. Laki-laki tidak lagi dihormati atas kelebihannya dan perempuan tidak hanya terbatas pada melahirkan, merawat anak dan mengurus tugas-tugas rumah tangga.
Jumlah wanita "karir" terus meningkat secara tidak terduga, mulai dari pekerja kasar sampai mengisi posisi manajemen. Salah satu keuntungan perempuan bekerja adalah terbangunnya kekuatan ekonomi keluarga. Dalam sebuah penelitian sebagian besar pembeli rumah pertama adalah pasangan dengan karir ganda, selain itu pernikahan dengan karir ganda berkontribusi pada hubungan yang lebih setara antara suami istri dan meningkatkan rasa harga diri pada perempuan ( J.W Santrock). Lalu apa kekurangan ketika seorang perempuan memutuskan untuk bekerja? Dalam hal ini kita perlu mengkritisi lebih dalam.
Ketika perempuan mengejar karir, banyak pertanyaan yang dihadapkan pada mereka. Haruskah menunda pernikahan demi mengejar karir? Haruskan menunda memiliki anak? Penyesuaian apa yang terpaksa harus dilakukan oleh laki-laki?
Selain itu ketika seorang perempuan telah mandiri ia tidak bergantung secara ekonomi dalam pernikahannya, dalam kondisi ini laki-laki dihadapkan pada beberapa tekanan meskipun ia menghargai pekerjaan istrinya tapi ia merasa tidak diberikan pelayanan sepenuhnya.

Mengenai wacana ini Islam telah mengatur rambu-rambu yang dipegang oleh wanita "karir".

- Diantara paradigma yang harus tetap dipegang secara utuh sebelum wanita bekerja yaitu suami merupakan pemimpin keluarga dan ia pula yang bertanggung jawab memberikan nafkah pada keluarganya bukan istri, adapun ketika perempuan memutuskan untuk bekerja itu hanyalah merupakan salah satu bentuk aktualisasi dirinya dalam mengamalkan ilmu yang ia miliki.
- Tugas utama seorang perempuan adalah mengurus rumah tangganya dalam artian bukan hanya pekerjaan rumah tapi juga termasuk melayani suami dan mendidik anak. Perempuan baru bisa berkarir ketia ia bisa menyeimbangkan antara kewajiban dirinya dalam rumahtangganya dan pekerjaannya. Bagaimana seorang perempuan bekerja diluar rumah sedangkan rumah tangganya berantakan?

Seorang perempuan muslimah memang perlu belajar mandiri secara ekonomi menjaga bila ia ditinggal wafat oleh suaminya tidak dalam keadaan lemah, namun bukan berarti setelah mandiri perempuan menjadi arogan terhadap laki-laki ataupun bisa menyamai derajat suaminya. Sebagai muslimah sudah selayaknya kita mengamalkan ilmu, berkarir merupakan salah satu bentuknya. Selain itu perempuan muslimah yang berkarir dan mendapatkan penghasilan dari pekerjaanya mendapat nilai lebih ketika ia dapat mensedekahkan sebagian harta dari jerih payahnya sendiri.

Wallahu 'alam


Read More..

Rabu, 10 Juni 2009

Membangun Perencanaan Karir

Oleh:
Iis. Haryati,, S.Pd

Bagi sebagian besar orang tidak dapat secara akurat merencanakan jalur karir mereka di masa dewasa, Banyak orang yang mengubah perencanaan karirnya ketika dewasa yang tidak berkesesuaian dengan studinya, berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya, atau stagnan dalam satu posisi.

Memasuki sebuah pekerjaan menandakan dimulainya peran dan tanggung jawab baru, tidak mudah bagi seseorang untuk dapat memenuhi tuntutan kompetensi yang sangat tinggi. Ketika individu memasuki sebuah pekerjaan untuk pertama kalinya, mereka mungkin dihadapkan pada masalah dan kondisi yang tidak mereka antisispasi sebelumnya.

Dalam membangun karir kita perlu mengetahui bahwa:
- Pilihan kerja pertama seperti langkah pertama dalam perjalanan yang panjang
- sekali kita memasuki satu pekerjaan kita perlu membangun identitas pekerjaan yang berbeda dan menempatkan diri kita dalam dunia kerja (penyesuaian diri).
- perumusan tujuan, harapan dan keinginan, kemampuan dan kecocokan pribadi penting dalam perencanaan karir untuk dapat menentukan kita di masa depan.

Dalam membangun karir kita mungkin gagal, keluar, atau memulai jalan baru, yang lain sudah mencapai puncak sedangkan yang lainnya lagi masih dibawah. Namun yang terpenting dalam karir adalah MEMAKNAINYA.
Read More..

Konsep Bimbingan dan Konseling Islami

Oleh:
Iis. Haryati,, S.Pd

Bimbingan dan konseling Islami akan memberikan rujukan dalam memfokuskan tujuan, asumsi dan prosedur kerjanya secara komprehensif, sebab pendekatan ini lebih memfokuskan terhadap kehidupan konseli yang lebih luas, yaitu kehidupan dunia dan akhirat kelak.
Dalam memahami bimbingan konseling Islami upaya yang harus dilakukan yaitu menela'ah hakikat manusia, tujuan, metode dan teknik, peran dan kualifikasi konselor maupun penilaian terhadap keberhasilan konselingnya yang semuanya dikemas dalam sudut pandang Islam.

Read More..

Selasa, 02 Juni 2009

Perbedaan Perilaku Anak Ketika Bersama dan Tidak Bersama Orang Tuanya

Oleh Iis Haryati, S.Pd
3-06-3009

Anak kadang berperilaku baik ketika bersama guru, teman atau pengasuhnya namun tidak demikian ketika bersama orangtuanya. Orangtua kadang terheran-heran ketika guru atau pengasuhnya menuturkan bahwa anaknya seharian begitu enerjik namun ketika orang tuanya datang ia begitu pendiam, atau pendiam bersama orang lain tapi mengomel ketika orang tuanya datang, banyak menuntut, menangis dan sebagainya.


Orang tua tidak perlu heran atas perubahan perilaku anak, karena perilaku anak senantiasa akan berubah tergantung dengan siapa dia dan dimana dia berada (Patrick K. Lester, 2005). Ketika anak bersama orang tuanya ia dapat secara bebas mengekspresikan perasaannya, sedangkan ketika anak bersama orang lain membuatnya frustasi karena mendapat tekanan tertentu atau frustasi karena orangtua meninggalkannya seharian. Anak merasa jemu dan kejemuannya menghilang ketika orangtuanya datang.

Oleh karena itu orang tua tidak perlu khawatir atas perubahan perilaku anaknya. Untuk mengantisipasi perubahan perilaku anak Anda bisa mencoba langkah berikut.
- cobalah tanyakan kepada guru, teman atau pengaasuh anak Anda tentang ketertarikan dan tingkat aktivitas anak, dan cobalah untuk mengkomunikasikan dengan baik agar Anda mendapatkan gambaran yang jelas tentang perilaku anak dalam melalui hari-harinya dan bandingkan ketika anak berada dekat dengan Anda. InsyaAllah Anda akan memahami perilaku anak.
- Ketika Anda tahu bahwa mood anak Anda berubah ketika melihat Anda, yakinkan kepada anak bahwa bersama Anda akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Orang tua hendaknya menyadari bahwa bersama Andalah semua perasaan anak bisa terekspresikan.

Wallahu a'alam, Semoga bermanfaat.
Read More..

Selamat Datang

Photobucket

Get this widget!

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daftar Blog Saya

  • - Rp.28.000,- Keterangan lengkap.. Yoghurt kualitas super, bahan baku siap olah, cocok untuk Varian minuman di toko atau rumah makan anda Rp.28.000,-
    4 tahun yang lalu
 

Copyright © 2009 by Bagaimana Muslim Berfikir